--- Untuk SAB silahkan mengirim ke alamat email: sab.bbkpsby@yahoo.com - email pengaduan ke: pengaduan@karantinapertaniansby.com ---
> Profil
> Struktur Organisasi
> Standar Pelayanan Publik
> Mekanisme Pengaduan
> Profil Petugas Pelayanan
> CODEX
> IPPC
> OIE
> APHIS
> AQIS
> IPFSAPH
> NZFSA
> USDA
> Kementan
> Barantan
> Ditjennak
> Depkes
> IAS
> Badan POM
> Bea Cukai
> BKIPM
> LPSE Pertanian
> Operasional Karantina Hewan
> Mekanisme Alur Pelayanan
> Instalasi
> Media Pembawa & HPHK
> Tarif PNBP
> Operasional Karantina Tumbuhan
> Mekanisme Alur Pelayanan
> Media Pembawa & OPT/OPTK
> Fumigasi
> Tarif PNBP
15/08/2014
Senam Pagi Bersama
Senam Pagi Bersama seluruh pegawai BBKP Surabaya di Unit Pelayanan I, Jl Prapat Kurung Utara - Perak pada Pukul 07.15 WIB

18/08/2014
Apel KORPRI di BBKP Surabaya
Apel KORPRI yang diikuti oleh seluruh pegawai BBKP Surabaya akan dilaksanakan di Halaman Kanpus BBKP Surabaya pukul 07.15 WIB

08/08/2014
Senam Pagi Bersama
Senam Pagi Bersama bagi Seluruh Karyawan dan Karyawati BBKP Surabaya di Halaman Kantor Pusat BBKP Surabaya Pukul 07.15 WIB

Anda pengunjung ke 1373658
3
Orang sedang membuka
  
UJI BANDING RBT DAN ELISA LABORATORIUM UJI KARANTINA HEWAN BBKP SURABAYA
13-Jan-2013

PENDAHULUAN.  

Sebagai salah satu Laboratorium Penguji yang telah terakreditasi sesuai standar Sistem Manajemen Mutu ISO 17025:2008, Laboratorium uji Karantina Hewan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya melaksanakan kegiatan Uji Banding yang merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai laboratorium uji BBKP Surabaya sebagai laboratorium terakreditasi. Salah satu kegiatan uji banding tersebut adalah sebagai peserta kegiatan Uji Banding antar Laboratorium untuk ruang lingkup pengujian: a). Rose Bengal Test (RBT) {ruang lingkup ISO 17025:2008 Laboratorium Uji Karantina Hewan BBKP Surabaya}, dan b). Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) Brucella abortus {di luar ruang lingkup ISO 17025:2008 Laboratorium Uji Karantina Hewan BBKP Surabaya} yang dilaksanakan oleh Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) Jakarta pada tanggal 18 Desember 2012 sebagai provider kegiatan uji banding tersebut.  

 

SAMPEL UJI BANDING.

Laboratorium peserta menerima 1 (satu) paket sampel berisi 4 (empat) screw tube berisi freeze dry yang mengandung antibody Brucella abortus yang telah diinaktivasi 58oC selama 30 menit dengan nomor kode 3.  Analis terlebih dahulu memeriksa kondisi kemasan dan sampel pada saat diterima dengan cara mengisi formulir Tanda Terima Contoh Uji Banding.  Sampel freeze dry dilakukan pengenceran dengan menambahkan 200 µl aquabidest steril ke dalam masing-masing screw tube dan dihomogenkan kemudian dilakukan pengujian.

 

MATERI DAN METODE.

Materi uji banding terdiri dari: sampel Freeze dry, plate ELISA, Wash Concentrate, Kontrol Positif ELISA, Kontrol Negatif ELISA, Konjugat, Substrat, Stop Solution, Aquabidest, Antigen RBT, Kontrol Positif RBT, Kontrol Negatif RBT, Yellow Tip 200 µl, Blue Tip 1000 µl dan Kertas Parafilm.

 

 

Metode RBT :

(1) Sampel serum, reagen dan antigen yang digunakan ditempatkan pada suhu ruangan (22 + 4oC);  (2) 25-30 µl setiap serum dipipet ke dalam plate RBT atau WHO haemagglutination plate;  (3) antigen dalam botol dikocok pelan-pelan dan dipipet dalam jumlah yang sama kemudian diletakkan di sebelah serum;  (4)  antigen dengan serum dicampur segera dengan menggunakan pengaduk kaca / mikrotip sampai membentuk zona bulat atau oval dengan diameter sekitar 2 cm; (5)  campuran dibiarkan beragitasi selama kira-kira 4 menit pada temperature ruangan;   (6)  aglutinasi dibaca segera setelah 4 menit;  setelah itu (7) hasil dibaca dalam +1, +2, +3 atau negatif dalam form hasil uji.

 

Metode Indirect ELISA Brucella abortus IDEXX®: 


 

1. Wash Solution dibuat dengan mengencerkan wash concentrate 1:10 dengan aquabidest (1 bagian konsentrat dengan 9 bagian aquabidest) misalkan 100 ml 10x wash concentrate + 900 ml aquabidest);  

2.    Wash solution dimasukkan ke dalam plate ELISA sebanyak 90 µl ke setiap sumur sesuai jumlah sampel yang akan diuji secara duplo; 

3.    10 µl kontrol negatif, kontrol positif dan sampel ditambahkan pada masing-masing sumur; 

4.    Lalu dicampur / dishake menggunakan shaker atau secara manual; 

5.  Plate ditutup dengan menggunakan parafilm dan diinkubasi selama 60 menit (+ 5 menit) pada incubator bersuhu 37oC (+2oC); 

6.    Tiap sumur dicuci dengan menggunakan wash solution 300 µl sebanyak 3 kali, dan dipastikan bahwa sumur harus benar-benar kering (tidak ada gelembung air);  

7.    100 µl konjugat dimasukkan pada tiap sumur; 

8.  Plate ditutup dengan menggunakan parafilm dan diinkubasi selama 60 menit (+ 5 menit) pada inkubator bersuhu 37oC (+2oC);  

9.    Sumur dicuci dengan menggunakan wash solution sebanyak 3 kali sampai benar-benar kering (tidak ada gelembung air);  

10.  100 µl substrat dimasukkan pada setiap sumur; 

11.  Lalu diinkubasi pada suhu ruang selama 15 menit;  

12.  100 µl stop solution dimasukkan pada setiap sumur;

13. Hasil dibaca dengan menggunakan ELISA Reader dengan panjang gelombang 450 nm; 

14.  Hasil  dilaporkan dalam Optical Density (OD) pada form hasil uji dengan rumus:

 

OD sampel – OD neg

 

Value (%) =

------------------------------

x 100 %

 

OD pos – O neg

 

 

Interpretasi sampel serum dan plasma individu:

Value

< 80%

> 80%

Interpretasi

negatif

positif

 

Interpretasi pool 10 sampel serum atau plasma:

Value

< 30%

> 30%

Interpretasi

negatif

positif

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN. 

Sampel terdiri dari 4 (empat) sampel yaitu: sampel 3a, 3b, 3c dan 3d dengan kontrol positif dan kontrol negatif yang diuji secara duplo. 

 

Pengujian Indirect ELISA Brucella abortus IDEXX®. 

Pada uji banding ini dilakukan pengujian ELISA untuk mengukur Optical Density (OD) dari keempat sampel tersebut.  

Hasil pengujian menunjukkan bahwa:

1.      Sampel 3a menunjukkan OD sebesar 0,106 dan 0,117;

2.      Sampel 3b menunjukkan OD sebesar 1,799 dan 1,625; 

3.      Sampel 3c  menunjukkan OD sebesar 0,121 dan 0,098; 

4.      Sampel 3d menunjukkan OD sebesar 1,843 dan 1,829; 

5.      Kontrol positif menunjukkan OD sebesar 1,130 dan 0,993;

6.      Kontrol negatif menunjukkan OD sebesar 0,093 dan 0,115. 

 

Berdasarkan hasil OD ini dapat terlihat bahwa 2 (dua) sampel menunjukkan OD yang lebih besar dari OD kontrol positif yaitu sampel 3b dan 3d dan 2 (dua) sampel menunjukkan OD yang lebih kecil dari OD kontrol negatif yaitu sampel 3a dan 3b.  Sedangkan sampel yang menunjukkan nilai OD tertinggi adalah sampel 3d.

 

Pengujian RBT. 

Pada uji banding ini dilakukan pengujian RBT untuk mengukur secara kualitatif aglutinasi sampel terhadap antigen RBT dari keempat sampel tersebut.

Hasil  pengujian menunjukkan bahwa sampel 3b menunjukkan hasil positif 2 (+2) dan sampel 3d menunjukkan hasil positif 1 (+1) bila dibandingkan tingkat aglutinasinya dengan kontrol positif.   Sedangkan sampel 3a dan 3c menunjukkan hasil negatif atau tidak terjadi aglutinasi.  

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil kegiatan uji banding tersebut  dapat disimpulkan bahwa kegiatan dimaksud  sangat diperlukan untuk Laboratorium Uji Karantina Hewan BBKP Surabaya sebagai Laboratorium Penguji yang telah terakreditasi sesuai standar ISO 17025:2008 supaya pengujian yang dilaksanakan tetap sesuai standar Sistem Manajemen Mutu sehingga dapat menjamin kepuasan customer. Harapan kedepan agar kegiatan uji banding ini tetap menjadi program rutin dan selalu mengikutsertkan laboratorium uji Karantina Hewan BBKP Surabaya. (edited by: herny, written by: sarie&team).

FOTO - FOTO KEGIATAN UJI BANDING

lab1





By Herny & Sarie

  




Wilayah Kerja

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

OKTOBER 2014
Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Ebook Online - HPHK



Download Peraturan Pemerintah
Peraturan Perundang - Undangan


Email:
info@karantinapertaniansby.com


Email SAB:
sab.bbkpsby@yahoo.com


Email Pengaduan:
pengaduan@karantinapertaniansby.com



031 - 867 3997 (Hunting)
031 - 867 3996 (Fax)

Mutu Pelayanan BBKP Surabaya
Sangat Baik
Baik
Cukup Baik
Kurang Baik
Lihat hasil
Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya - 2014 | admin | webmail